Prabowo Pimpin Rapat Kelahiran BUMN Agrinas, Langsung Masuk Danantara
Jakarta, CNN Indonesia –
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat pada Senin (24/3) malam terkait pembentukan BUMN baru bernama Agrinas.
Ini diungkapkan oleh CEO Badan Pelaksana Danantara Rosan Roeslani beberapa hari kemudian. Ia bahkan mengklaim nantinya AgrinasĀ langsung bergabung ke dalam pengelolaan Danantara.
“Senin malam, Bapak Presiden @prabowo memimpin rapat dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas rencana pembentukan Agrinas sebagai BUMN baru,” tulisnya di Instagram @ROSCRIPSRabu (26/3).
IKLAN
Gulir untuk melanjutkan konten
“Nantinya, Agrinas akan menjadi bagian dari Danantara Indonesia,” tegas Rosan.
Pria yang juga merangkap sebagai menteri investasi dan hilirisasi itu mengatakan pemerintah akan fokus memastikan penguatan struktur Agrinas. Langkah lainnya adalah menyelaraskan kegiatan BUMN baru itu dengan visi misi penciptaan lapangan kerja.
Nama Agrinas mendadak ramai saat Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono membocorkan rencana penyuntikan modal negara (PMN). Keponakan Prabowo itu mengatakan niat ini sejalan dengan target ketahanan pangan yang ditetapkan pemerintah.
“Pemerintah pada awal 2025 telah melakukan perluasan bidang usaha pada tiga BUMN melalui repurposing BUMN konsultan karya menjadi BUMN yang bergerak di sektor perikanan, perkebunan, dan pangan,” ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3).
“Untuk peningkatan kapasitasnya, pemerintah merencanakan pengalokasian penambahan PMN kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara, PT Agrinas Pangan Nusantara, dan PT Agrinas Palma Nusantara,” sambung pria yang akrab disapa Tommy itu.
Ia merinci PMN bakal dipakai Agrinas untuk kegiatan tambak budidaya dan perikanan tangkap, pengelolaan kawasan sentra produksi pangan (KSPP), revitalisasi lahan, serta pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengamini rencana menyuntikkan duit negara senilai Rp8 triliun ke Agrinas. Ia menekankan Agrinas merupakan perusahaan pelat merah lama yang ‘disulap’ menjadi BUMN baru.
Sang Bendahara Negara menegaskan alokasi Rp8 triliun memang sudah ditetapkan dalam APBN 2025.
Wanita yang akrab disapa Ani itu mengatakan prosesnya saat ini tinggal menunggu dari Kementerian BUMN dan penjelasan pemerintah kepada DPR RI, sebelum akhirnya PMN dicairkan.
“Kami menyiapkan di dalam APBN, di bawah garissampai dengan Rp8 triliun. Di dalam APBN itu ada below the line, yaitu pembiayaan untuk investasi,” ucap Ani dalam Konferensi Pers di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).
“Alokasi Rp8 triliun (untuk Agrinas) sudah ada di APBN. Jadi, jangan dibuat berita seolah-olah ini angka baru. Hanya, waktu itu belum dialokasikan untuk BUMN mana,” tegasnya.
(SKT/SFR)